
Saya terlahir dengan nama singkat Mujtaba, biasa disapa Taba. Saya dibesarkan di sebuah kampung kecil yang adem ayem di kawasan Nganjuk, Jawa Timur. Sempat belajar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan extension course Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sebelumnya, saya menempuh sekolah menengah di Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MANPK) Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Sekolah ini ada dalam payung pesantren Manbaul Ma'arif. Semua siswa diasramakan, dan mendapat pendidikan ganda. Pagi kurikulum departemen agama, sore hingga malam kurikulum pesantren.
Sejak 1999, saya mulai aktif menerjemahkan artikel dan buku dari Bahasa Arab serta menyunting sejumlah buku. Pada 2001 turut mendirikan majalah bulanan Syir'ah yang berfokus pada penyajian informasi soal Islam dengan perspektif yang lebih terbuka. Menulis secara rutin esai reflektif bertajuk Tahannus di majalah tersebut hingga Maret 2007.
Sempat menerima “2006 Seapa Journalism Fellowship” dari Southeast Asian Press Alliance yang berbasis di Bangkok, yang memungkinkan saya, pada Mei-Juni 2006, membuat liputan mengenai Islam di Malaysia dan dinamikanya di bawah dominasi proyek Islamisasi yang disponsori Negara.
Sepanjang 2006-2007, saya juga terlibat dalam program Halaqah Kebudayaan di Desantara Institute for Cultural Studies, sebuah upaya mengembangkan dialog produktif antara komunitas santri dengan kalangan seniman tradisi dan penghayat keyakinan lokal. Kini, selain sebagai peneliti Tankinaya Institute, Jakarta, saya tak bisa menghindarkan diri untuk tercebur dalam sejumlah aktivitas dialog kebudayaan di komunitas pesantren dan advokasi media di komunitas terpinggirkan.*